Senin, 21 Maret 2016

SHALAT JAMA' DAN QASHAR

SHALAT JAMA’ DAN QASHAR
Jama’ artinya “menggabung” yaitu 2 shalat dikerjakan dalam satu waktu, shalat yang boleh di Jama’ adalah Zhuhur dengan Ashar, dan Maghrib dengan Isya’,
Qashar artinya “pendek” yaitu 4 rekaat dijadikan 2 rekaat, shalat yang boleh di Qashar adalah shalat yang rekaatnya 4, (yaitu Zhuhur, Ashar dan Isya’) jadi shalat Shubuh tidak bisa di Jama’ ataupun di Qashar
Shalat jama’ boleh dikerjakan dalam keadaan tertentu seperti bepergian (musafir) atau dalam situasi yang benar-benar sangat sulit untuk mengerjakan shalat pada waktunya, firman Allah :

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلاةِ
Dan apabila kamu menempuh perjalanan di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qashar shalat(mu), [Annisa : 101]

Shalat Jama’ terbagi menjadi 2 yaitu :
1.      Jama’ Taqdim,
Mengerjakan 2 shalat pada waktu yang pertama, misalnya shalat Zhuhur+Ashar dikerjakan pada jam 12.30 (waktu Zhuhur), jadi diwaktu Ashar nanti sudah tidak shalat lagi
2.      Jama’ Ta’khir,
Mengerjakan 2 shalat pada waktu yang kedua, misalnya shalat Zhuhur+Ashar dikerjakan pada jam 15.30 (waktu Ashar), jadi pada waktu Zhuhur hanya niat (berencana) saja sebagai berikut :

نَوَيْتُ تَأْ خِيْرَ الظُّهْرِ اِلَى اْلعَصْرِ لِاَجْمَعَ بَيْنِهِمَا
Saya niat meng-akhirkan shalat Zhuhur sampai Ashar
untuk saya jama’ ta’khir antara keduanya
Syarat Syarat meng-Qashar Shalat :
1.      Telah menempuh jarak perjalanan + 85 km
2.      Perginya tidak untuk tujuan maksiat
3.      Mengetahui tentang shalat Qashar
4.      Berniat meng-Qashar  ketika Takbiratul Ihram
5.      Shalat yang di Qashar adalah shalat ada’  atau shalat Qadha yang terjadi dalam sebuah perjalanan
6.      Shalat yang di Qashar adalah shalat yang rekaatnya 4
7.      Tidak bermakmum pada imam yang sholatnya tidak Qashar
8.      Ketika shalat masih berstatus musafir
Syarat-syarat Jama’ Taqdim :
1.      Mengerjakan kedua shalat pada waktu yang pertama
2.      Mendahulukan shalat yang mempunyai waktu, (Zhuhur dulu kemudian Ashar, atau Maghrib dulu kemudian Isya’)
3.      Niat jama’ pada shalat yang pertama, (Zhuhur/Maghrib)
4.      Muwalah (antara shalat yang pertama dengan shalat yang kedua tidak diselingi istirahat atau shalat sunnah, kecuali Iqamah)
5.      Masih adanya udzur (safar) hingga selesainya shalat yang kedua
Syarat-syarat Jama’ Takhir :
1.      Niat akan melaksanakan jama’ takhir diwaktu shalat yang pertama,
نَوَيْتُ تَأْ خِيْرَ الظُّهْرِ اِلَى اْلعَصْرِ لِاَجْمَعَ بَيْنِهِمَا
Saya niat meng-akhirkan shalat Zhuhur sampai Ashar
untuk saya jama’ ta’khir antara keduanya
2.      Masih adanya udzur (safar) hingga selesainya shalat yang kedua.

NIAT SHALAT JAMA’ ATAU QASHAR :
A.     Niat jama’ taqdim/ta’khir Zhuhur+Ashar :
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكْعَاتٍ : مَجْمُوْعًا بِاْلعَصْرِ
(جَمْعَ تَقْدِيْمٍ/ تَأْخِيْرٍ) مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Setelah salam langsung Iqamah, lalu shalat Ashar :
اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ اَرْبَعَ رَكْعَاتٍ : مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ
(جَمْعَ تَقْدِيْمٍ/ تَأْخِيْرٍ) مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
B.      Niat shalat Qashar (tanpa Jama’) :
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ (الْعَصْرِ/الْعِشَاءِ) رَكْعَتَيْنِ : قَصْرًا مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
C.      Niat shalat jama’+Qashar (sekaligus) :
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ : قَصْرًا وَ مَجْمُوْعًا بِاْلعَصْرِ
(جَمْعَ تَقْدِيْمٍ/ تَأْخِيْرٍ) مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Setelah salam langsung Iqamah, lalu shalat Ashar :
اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ : قَصْرًا وَ مَجْمُوْعًا بِاالظُّهْرِ
(جَمْعَ تَقْدِيْمٍ/ تَأْخِيْرٍ) مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
D. Contoh Niat Shalat Lihurmatil Wakti :
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكْعَاتٍ لِحُرْمَةِ اْلوَقْتِ للهِ تَعَالَى

Syarah Kasyifatussaja ala Safinatunnajah hal. 90-93


Tidak ada komentar:

Posting Komentar