SHALAT JAMA’
DAN QASHAR
Jama’ artinya “menggabung” yaitu 2 shalat dikerjakan dalam
satu waktu, shalat yang boleh di Jama’ adalah Zhuhur dengan Ashar, dan Maghrib
dengan Isya’,
Qashar artinya “pendek” yaitu 4 rekaat dijadikan 2 rekaat,
shalat yang boleh di Qashar adalah shalat yang rekaatnya 4, (yaitu Zhuhur,
Ashar dan Isya’) jadi shalat Shubuh tidak bisa di Jama’ ataupun di Qashar
Shalat jama’
boleh dikerjakan dalam keadaan tertentu seperti bepergian (musafir) atau dalam
situasi yang benar-benar sangat sulit untuk mengerjakan shalat pada waktunya, firman
Allah :
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأرْضِ
فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلاةِ
Dan apabila
kamu menempuh perjalanan di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qashar
shalat(mu), [Annisa : 101]
Shalat Jama’
terbagi menjadi 2 yaitu :
1. Jama’
Taqdim,
Mengerjakan
2 shalat pada waktu yang pertama, misalnya shalat Zhuhur+Ashar
dikerjakan pada jam 12.30 (waktu Zhuhur), jadi diwaktu Ashar nanti sudah tidak
shalat lagi
2. Jama’
Ta’khir,
Mengerjakan
2 shalat pada waktu yang kedua, misalnya shalat Zhuhur+Ashar dikerjakan
pada jam 15.30 (waktu Ashar), jadi pada waktu Zhuhur hanya niat (berencana)
saja sebagai berikut :
نَوَيْتُ تَأْ خِيْرَ الظُّهْرِ
اِلَى اْلعَصْرِ لِاَجْمَعَ بَيْنِهِمَا
Saya niat meng-akhirkan shalat Zhuhur sampai Ashar
untuk saya jama’ ta’khir antara keduanya
Syarat Syarat meng-Qashar Shalat :
1. Telah
menempuh jarak perjalanan + 85 km
2. Perginya
tidak untuk tujuan maksiat
3. Mengetahui
tentang shalat Qashar
4. Berniat
meng-Qashar ketika Takbiratul
Ihram
5. Shalat
yang di Qashar adalah shalat ada’
atau shalat Qadha yang terjadi dalam sebuah perjalanan
6. Shalat
yang di Qashar adalah shalat yang rekaatnya 4
7. Tidak
bermakmum pada imam yang sholatnya tidak Qashar
8. Ketika
shalat masih berstatus musafir
Syarat-syarat
Jama’ Taqdim :
1. Mengerjakan
kedua shalat pada waktu yang pertama
2. Mendahulukan
shalat yang mempunyai waktu, (Zhuhur dulu kemudian Ashar, atau Maghrib dulu
kemudian Isya’)
3. Niat
jama’ pada shalat yang pertama, (Zhuhur/Maghrib)
4. Muwalah
(antara shalat yang pertama dengan shalat yang kedua tidak diselingi istirahat
atau shalat sunnah, kecuali Iqamah)
5. Masih
adanya udzur (safar) hingga selesainya shalat yang kedua
Syarat-syarat
Jama’ Takhir :
1. Niat
akan melaksanakan jama’ takhir diwaktu shalat yang pertama,
نَوَيْتُ تَأْ خِيْرَ الظُّهْرِ
اِلَى اْلعَصْرِ لِاَجْمَعَ بَيْنِهِمَا
Saya niat meng-akhirkan shalat Zhuhur sampai Ashar
untuk saya jama’ ta’khir antara keduanya
2. Masih
adanya udzur (safar) hingga selesainya shalat yang kedua.
NIAT SHALAT
JAMA’ ATAU QASHAR :
A. Niat
jama’ taqdim/ta’khir Zhuhur+Ashar :
اُصَلِّى
فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكْعَاتٍ : مَجْمُوْعًا بِاْلعَصْرِ
(جَمْعَ
تَقْدِيْمٍ/ تَأْخِيْرٍ) مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Setelah salam langsung Iqamah, lalu shalat Ashar :
اُصَلِّى
فَرْضَ الْعَصْرِ اَرْبَعَ رَكْعَاتٍ : مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ
(جَمْعَ
تَقْدِيْمٍ/ تَأْخِيْرٍ) مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
B. Niat
shalat Qashar (tanpa Jama’) :
اُصَلِّى
فَرْضَ الظُّهْرِ (الْعَصْرِ/الْعِشَاءِ) رَكْعَتَيْنِ : قَصْرًا
مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
C. Niat
shalat jama’+Qashar (sekaligus) :
اُصَلِّى
فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ : قَصْرًا وَ مَجْمُوْعًا بِاْلعَصْرِ
(جَمْعَ
تَقْدِيْمٍ/ تَأْخِيْرٍ) مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Setelah salam langsung Iqamah, lalu shalat Ashar :
اُصَلِّى
فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ : قَصْرًا وَ مَجْمُوْعًا بِاالظُّهْرِ
(جَمْعَ
تَقْدِيْمٍ/ تَأْخِيْرٍ) مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
D. Contoh
Niat Shalat Lihurmatil Wakti :
اُصَلِّى
فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكْعَاتٍ لِحُرْمَةِ اْلوَقْتِ للهِ تَعَالَى
Syarah Kasyifatussaja ala
Safinatunnajah hal. 90-93